Ngidol itu kaya (harus) bagaimana ya?


Ngidol itu apa?
Menurut definisi yang saya buat sendiri :
" Kegiatan mengagumi, menyukai, atau bahkan memuja satu atau banyak idola"
Mudahnya, ngidol itu kegiatan mengagumi idola anda.
Jadi, idola itu apa?
Menurut KBBI :
ido·la n orang, gambar, patung, dsb yg menjadi pujaan: ia senang sekali krn penyanyi -- nya tampil dl pertunjukan itu;
Jadi saya kira sudah jelas penjelasannya.
Untuk diperjelas, saya sebagai penulis seorang fan dari JKT48,  yaitu idol group (grup idola) di Indonesia.

Saya mengenal istilah ngidol sejak jadi fan dari JKT48. Karena saya mengagumi grup idola itu dan khususnya oshimen saya, maka apa yang saya lakukan selama menghobikan JKT48 dan terkait dengannya itu disebut ngidol.

Contoh kegiatan ngidol saya, saya datang ke teater, menonton konser, twoshoot dengan oshimen, membeli tiket handshake, mengoleksi trumpcard, mengoleksi kasetnya, mencoba hadir di setiap event dan ada beberapa koleksi PP hibahan dari teman.
Itu semua terkait dengan grup idola yang saya kagumi, JKT48. Dan saya dibuat bahagia karenanya.

Ngidol itu harus bagaimana?
Mohon maaf jika tulisan saya selanjutnya terasa menggurui, atau memaksa anda untuk seperti ini atau itu.

Di masa awal-awal menyukai JKT48, saya benar-benar putih. Saya bahagia dengan hal-hal kecil sederhana. Saya tidak terlalu pusing dengan isu-isu yang tidak saya tahu sebelumnya. Di sapa oleh oshimen rasanya seperti melayang. Menonton konser terbawa oleh euforia semangatnya.

Sekarang rasanya sudah berbeda dengan ketika pertama kali nge fans, itu wajar. Sudah berbulan-bulan sejak pertama kali suka. Fase ini proses pendewasaan diri sebagai fan JKT48 dan masih terus berlanjut.

Dulu ada ungkapan, "jangan malu jadi wota, jadi wota jangan malu-maluin". Dan saya kira ini relevan terus hingga kini. Wota memang konotasinya sudah jelek, namun fan JKT48 sudah dicap sebagai wota oleh masyarakat yang awam soal ini, meskipun tidak semuanya wota.

Jangan malu-maluin. Ya ini poin penting yang di tekankan.
Sering saya lihat trending topic twitter tentang JKT48 dan tidak sedikit yang ngawur. Ada pula yang suka sekali menjadikan member sebagai bahan salkus. Ada yang suka membash member dengan berlebihan. Ada yang menzombie member sampai ke wilayah privasinya. Ada yang delusi terlalu berlebihan, dan lain sebagainya.

Fans JKT48 memang kebanyakan masih di usia remaja, mencari jati diri dan pembuktian eksistensi. Tapi tidak sedikit pula yang sudah beranjak dewasa dan sudah di usia matang. Maksudnya, dengan ada fans yang dirasa dewasa dan matang, dapat menjadi panutan dan teladan bagi fans-fans lain yang masih kekanakan. Ingat tidak selalu usia mencermikan sifat dewasa.

Jaga nama baik idolamu dan fandommu. Saya tidak tahu latar belakang masing-masing fans suka JKT48, tapi mereka yang mengaku fans tapi berperilaku buruk, tidak selayaknya disebut sebagai fans. Karena fans itu hakikatnya mendukung, bukan merusak dan menghancurkan.


0 komentar:

Copyright © 2014 Sharia on Blog and Blogger Templates - Anime OST.