Anatomi : Studio Ghibli's "Spirited Away", Arti Dan Metafora Terpendam.

USA_full
Spirited Away.
Salah satu film animasi yang paling terkenal di seluruh dunia, film animasi jepang pertama yang memenangkan Academy Award for Best Animated Feature Film, dan menurut gua adalah salah satu film animasi terbaik sepanjang masa.
Dengan cerita yang full of wonder, kadang membuat hati kita tersentuh, serta animasi yang sangat hidup, menghasilkan sebuah mahakarya film yang sangat organik. Semua cerita, perubahan karakter, hingga pesan - pesan yang ingin disampaikan terasa mengalir begitu saja, tidak terasa seperti hal yang didesain dan dibuat oleh manusia.
Dan memang Miyazaki pun pernah berkata seperti ini:
Capturekjh.JPG
"Bukan saya yang membuat film ini. Film ini membuat dirinya sendiri dan saya tidak memiliki pilihan lain selain mengikutinya."
Tapi, setelah menonton film ini untuk yang ke seratus kalinya(ngga seratus banget sih), gua mulai bisa melihat ke dalam nyawa dari film ini, menembus perisai - perisai magis yang sebelumnya membutakan gua dengan keindahannya.
Sekarang gua mengerti kenapa film ini terasa sangat hidup.
Ya, alasannya adalah karena memang film ini adalah metafora dari kehidupan kita. Juga karena kemampuan Miyazaki Hayao yang menurut gua memang mengerti tentang film dan 'hidup', film ini akhirnya bisa menciptakan nyawanya sendiri.
Apanya yang metafora dari kehidupan kita?
*Spoiler Alert
Gua akan mulai membedah secara pelan - pelan :
  • Cerita
Cerita film ini adalah tentang Chihiro yang terlempar ke dalam dunia roh dan dewa, ia ingin kembali ke dunianya namun ia juga harus menyelamatkan orangtuanya yang diubah menjadi babi oleh Yubaba, dan selagi ia mencari cara untuk menyelamatkan orangtuanya, ia harus bekerja di pemandian air panas milik Yubaba. Sepanjang perjuangannya itu, ia bertemu dengan orang - orang yang memiliki karakter yang berbeda.
Jika kalian perhatikan, cerita itu adalah metafora dari seseorang yang harus keluar dari comfort zone-nya karena terlempar ke dunia yang tidak diketahuinya. Seperti contoh, seseorang yang harus bekerja karena paksaan orang tua, atau keadaan lainnya.
Capture
Di scene ini, Chihiro terpaksa masuk ke dalam lorong, karena orangtuanya yang bersikukuh untuk masuk ke dalam.
Scene di atas seakan melambangkan orang - orang yang baru akan masuk ke dunia yang belum diketahuinya secara terpaksa.
Dan setelah ia masuk, ia terjebak di tempat yang asing baginya dan mendapatkan masalah - masalah yang belum pernah ia hadapi sebelumnya.
Capture22
Satu - satunya cara adalah bekerja kepada seseorang yang punya wewenang, untuk menyelamatkan dirinya dan keluarganya.
Kalau kalian sadar, ceritanya ga jauh beda sama orang yang baru terjun ke masyarakat, di mana dunia kerja sangatlah asing baginya, dan ia harus bekerja kepada seseorang untuk menghidupi dirinya, atau menjaga nama baik orang tua, atau berbagai alasan lainnya.
Dan di perjuangan tersebut, orang itu mulai menyadari karakter - karakter yang beragam. Tokoh - tokoh yang ditemuinya sepanjang perjalanannya. Tidak ada tokoh yang "jahat" karena memang di dunia nyatapun tidak ada orang yang benar - benar jahat. Miyazaki memang selalu menghadirkan konsep moralitas yang kompleks di mana semua tokoh memiliki sisi yang buruk dan baik.
Berbicara tentang tokoh, mari kita bedah metafora yang ada di tokoh - tokoh dalam Spirited Away
  • Tokoh
Seperti ceritanya, tokoh - tokoh yang muncul di sini bisa di-relate dengan orang - orang yang bisa kita temui di kehidupan sehari - hari kita.
Capture3
Sebut saja, Chihiro, seorang anak kecil yang terjebak di dunia roh untuk menyelamatkan dirinya dan orangtuanya. Perjalanan ini membuat Chihiro mengeluarkan potensi yang sudah ia pendam, dan akhirnya bisa keluar dari comfort zone.
Tokoh Chihiro sama saja seperti orang yang baru masuk ke masyarakat, di mana ia masih takut terhadap dunia yang begitu asing dan masih rindu kepada comfort zone-nya. Tetapi setelah lama terbiasa, akhirnya orang ini bisa mengeluarkan potensi yang ia pendam, potensi yang keluar karena keadaan yang memaksa. Dan inilah yang biasa kita sebut dengan proses menuju kedewasaan, di mana seseorang berhasil meninggalkan comfort zone-nya.
Tapi jika kalian ingat, setelah Chihiro berhasil menyelamatkan orangtuanya dan akhirnya keluar dari dunia arwah, ia lupa akan semua petualangan yang ia hadapi, bisa dilihat di shot ini, di mana Chihiro masih berpegangan ke ibunya sama seperti di scene awal, melambangkan keadaan psikis Chihiro yang tidak berubah sama sekali.
Capture
Scene Awal dan Akhir memiliki shot yang sama persis.
Shot ini memberikan pesan bahwa cerita ini bukan tentang proses pendewasaan seseorang, namun proses ketika seseorang mengeluarkan seluruh potensinya ketika dihadapkan dengan situasi yang memaksanya untuk melakukan itu. Dan setelah ia mengeluarkan seluruh potensinya, dirinya berevolusi, ia tidak "berubah" menjadi orang yang lebih baik, namun hanya menjadi sedikit lebih kuat tanpa ia sadari.
Menurut gua itulah sebab kenapa Miyazaki membuat(confirmed) Chihiro melupakan semua hal - hal yang ia tempuh di dunia roh. Ia ingin menunjukkan, bahwa ngga peduli kalau Chihiro ingat tentang perjuangannya atau ngga, Chihiro udah bertambah kuat, karena seperti yang dikatakan Zeniba, "All that happened stays inside you", semua hal yang telah terjadi akan terus berada di dalam diri kalian, ga peduli kalo kalian lupa atau apa.
Maka dari itu, bisa dibilang kalau Chihiro adalah representasi dari manusia pada umumnya. Manusia yang memiliki potensi untuk menjadi sukses, namun kadang harus dipaksa oleh keadaan untuk dapat keluar dari comfort zone-nya. Dan manusia yang "tidak pernah berubah", namun terus bertambah kuat atau bertambah lemah.
Banyak tokoh - tokoh lain pun adalah representasi dari tipe orang - orang yang ada di sekitar kita.
Contoh paling jelas adalah :
  • Yubaba
dsc
Yubaba adalah pemilik pemandian air panas untuk roh dan dewa - dewa. Saat Chihiro pertama kali bertemu dia untuk meminta pekerjaan, ia adalah sosok yang menakutkan, mengancam akan mengubah Chihiro jadi anak babi. Tapi di scene - scene selanjutnya juga ditunjukkan bahwa dia tidak sepenuhnya jahat, hal ini dapat dilihat ketika ia bangga terhadap Chihiro dan memeluknya pada saat Chihiro menyelamatkan roh sungai.
Kalau di dunia asli, sosok Yubaba ini layaknya sosok seorang bos. Menakutkan, tapi ketika kita berbuat sesuatu yang membuat dia senang, akan keluar sosok yang lebih lembut.
  • Bo
bo.JPG
Bo adalah seorang bayi raksasa yang dirawat oleh Yubaba(lupa gw dia itu anaknya apa cucunya), dia takut akan dunia luar dan bersembunyi di dalam tumpukan - tumpukan bantal.
Menurut gua, ini adalah representasi dari hikikomori, atau orang yang hanya mengurung dirinya di kamar dan tidak suka keluar. Orang - orang yang sudah terlalu nyaman berada di suatu shelter dan tidak ingin keluar. Karakter ini juga memperkuat tema "getting out of your comfort zone" yang ada di film ini.
  • Kaonashi (No-Face)
Capturejhiug
Kaonashi ini adalah karakter yang kesepian, dan ingin menemukan tempat untuk dirinya. Ketika Chihiro menolongnya masuk ke dalam pemandian Yubaba, ia ingin membalas Chihiro dengan menolongnya dalam berbagai hal, dan berniat memberi Chihiro emas yang banyak walaupun ditolak. Dan ketika ditolak ia pun menjadi marah dan mengamuk.
Kaonashi adalah representasi dari orang - orang yang kesepian, ia ingin membuat koneksi dengan orang lain dan ingin mencari teman, kadang sampai mengorbankan sesuatu seperti harta, dan lain - lain. Dan ketika rasa sakit yang didapatnya dari kesepian tersebut ditambah dengan luka lain, maka orang - orang tersebut biasanya akan marah atau setidaknya membenci sesuatu.

Sebenarnya sebagian besar hal - hal diatas adalah spekulasi belaka (terutama bagian tokoh), tetapi jika dilihat dan dianalisis dengan baik, spekulasi di atas sangatlah masuk akal. Terlebih lagi melihat Miyazaki yang memang suka menggunakan cerita alegori.
Dan walaupun ternyata spekulasi di atas tidak benar, film ini telah berhasil menciptakan sebuah revelasi yang terjadi di dalam diri gua. Salah satu keajaiban film adalah itu, menciptakan sebuah revelasi, menciptakan sebuah koneksi antara tokoh dan penonton. Dan akhirnya, menciptakan sebuah arti personal yang sangat dalam.
Cheers.

Filmography : Studio Ghibli’s “Whisper Of The Heart”, Romance Klasik, Bukan Klise



whisper-header


Apa itu cinta?
Itu adalah tema yang seringkali disinggung pada cerita – cerita yang bergenre romance. Bahkan bisa dibilang kalau semua cerita yang bergenre romance memiliki tema yang sama, yakni mencoba memberi arti atau gambaran tentang apa itu cinta.
Hal itu menyebabkan kebanyakan film – film romance menjadi klise, karena melakukan hal – hal yang sudah sering dilakukan oleh filmmaker – filmmaker lain. Apakah hal itu disebabkan oleh oleh kemalasan sang pembuat filmmaker untuk mencari arti cinta lebih dalam? Atau memang kita semua memiliki pengertian tentang “cinta antar sepasang kekasih” yang hampir sama?
Jawabannya adalah dua – duanya benar.
Film romance yang klise terjadi karena memang pengertian tentang cinta yang dimiliki oleh kita itu hampir sama, tapi hal itu baru menjadi benar – benar klise ketika filmmaker tidak mencari cara atau pengertian yang lebih mendalam tentang ‘cinta’ itu, dan hasilnya adalah film yang klise, cheesy, atau bahkan nyebelin.
Tapi, ada filmmaker – filmmaker yang memeliki pengertian tentang cinta yang hampir sama namun dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang ‘cinta’ tersebut.
Film “Whisper Of The Heart” atau “Mimi o Sumaseba” ini adalah salah satu film yang dapat merubah sesuatu yang “klise” menjadi sesuatu yang “klasik”, sesuatu yang menimbulkan emosi positif.
Menurut gua, inti dari cerita ini tidak begitu spesial. Tapi sutradara Yoshifumi Kondo dapat menyampaikan emosi – emosi dan scene – scene dengan sangat baik, therefore that “butterflies in your stomach” feeling could be evoked real well.
Dan menurut gua, film ini adalah salah satu film yang menyampaikan definisi ‘cinta’ dengan benar.
Tapi ya, kalau ngomongin cinta mah pengertian setiap orang pasti relatif beda ya. Tapi ada orang – orang dengan pengertian tentang cinta yang despicable, dan ada orang – orang dengan pengertian tentang cinta yang indah.
Seperti filmmaker – filmmaker yang membuat “Whisper Of The Heart” ini,
Cheers.


"The Big Lebowski", Selow Alias Woles Alias Ikuti Flow


For y’all meme masters, mungkin kalian gak akan asing dengan film ini.
Film ini, adalah salah satu film Coen Brothers yang paling terkenal, dan salah satu film favorit gua sepanjang masa, karena beberapa alasan : film ini adalah film komedi barat yang bisa buat gua senyum karena komedinya yang menurut gua sangat cerdas, dan tokoh utamanya yang paling woles sedunia, Jeffrey “The Dude” Lebowski, atau His Dudeness, atau Duder, atau El Duderino.
The Dude itu adalah satu tokoh yang sangat menarik, dia itu males banget, ga mau susah, dan hanya mengikuti arus kehidupannya. Tetapi dari tokoh yang bisa dibilang memiliki attitude yang negatif itu, kita bisa petik sesuatu yang baik. Sesuatu yang memiliki nilai filosofis yang sangat dalam. Untuk itu, gua serahkan kepada kalian untuk dapat menilai sendiri, apa itu “nilai” yang gua sebutkan.
Dari segi cerita, dari segi ceritanya aja, kalian bisa menemukan satu satir yang sangat cerdas dan menurut gua lucu. Pokoknya gua ngga mau spoilerin apa itu ceritanya, tapi kalau kalian udah nonton dan perhatiin bener – bener apa asal mula dari semua konflik itu, kemungkinan kalian bakal bilang, “bego anjir”, sambil tersenyum melihat layar.
Ini film adalah satu yang gua rekomendasiin bagi kalian yang suka sama komedi. Karena ini komedi bukan sembarang komedi, melainkan komedi satir, dengan sindiran – sindiran yang mempunyai nilai moral yang dalam. Lagian kalo film tanpa nilai moral itu kan bakal kerasa hampa, ye ga?
Cheers.

Meme yang berasal dari film The Big Lebowski

Filmography : "Scott Pilgrim Vs. The World", Komedi Filmis Modern Tentang Perjuangan Melawan 7 Evil Skymen, Alias 7 Evil Exes, Alias Judulnya Panjang Bngzd


Apa itu komedi filmis?
Yang gua maksud dengan komedi filmis adalah komedi yang dapat memanfaatkan medium film untuk dapat menyampaikan sebuah lelucon.
Banyak sekali film – film komedi, yang hanya menggunakan kekuatan dialog yang diucapkan dari aktor atau aktrisnya, atau kemampuan improvisasi dari para pemainnya. Tetapi, jika kita menonton film – film yang seperti itu, lama – lama kita akan bosan dengan lelucon – lelucon yang disampaikan.
Film "Scott Pilgrim Vs. The World" bercerita tentang Scott Pilgrim yang berusaha mendapatkan cewek bernama Ramona Flowers, namun untuk mendapatkan Ramona, dia harus mengalahkan 7 Evil Skymens (eh), alias 7 Evil Exes, yakni 7 mantan pacarnya Ramona.
“Scott Pilgrim Vs. The World” ini adalah salah satu film yang bisa dibilang sebagai komedi filmis. Karena ia memanfaatkan setiap elemen dari film untuk menyampaikan sebuah lelucon, entah itu title, editing, dialog, sound effect, atau gestur.
Film komedi seperti itu akan membuat lelucon – lelucon yang disampaikan itu ngga basi, dan penonton tidak akan terbiasa dan bosan dengan pattern – pattern lelucon yang disampaikan karena caranya sangat beragam dan menarik.
Dan lagi, film Scott Pilgrim ini bisa dibilang sebagai salah satu film komedi yang inventif, karena film ini menyampaikan lelucon – leluconnya yang sangat fresh dengan cara – cara yang menarik seperti penulisan title eksposisi yang nyeleneh, dengan melakukan cartoon gag yang dikembangkan (seperti yang dulu pernah dilakukan oleh  Buster Keaton), penggunaan sound effect dan CGI yang nyeleneh, sampai ke lelucon filmis yang paling simpel, yakni menggunakan cutting ke shot reaksi.
Dan selain itu setelah menonton film ini gua jadi yakin bahwa salah satu kekuatan film komedi itu bergantung sama casting, alias pemainnya. Kalian bisa liat di film ini kalau aktor yang memainkan Young Neil(Johnny Simmons) adalah salah satu contoh casting yang berhasil, karena lu liat aja tingkah sama mukanya pas banget sama leluconnya, dan kalau bukan dia, gua yakin leluconnya ngga bakal lucu.
Walaupun dari segi penceritaan masih ada yang kurang, tapi gua udah memasukkan film ini sebagai salah satu film komedi favorit gua. Emang dasarnya gua suka film – film Edgar Wright sih.
Anyway, kalau kalian ada waktu dan berminat, bisa lah nonton film ini. Romancenya lumayan sabi, Actionnya keren parah, soundtracknya keren pars, dan ada Mary Elizabeth Winstead luvluv,
Cheers.


Filmography : "Drive", It Rhymes With Alive

Pertama kali gua liat poster film ini di suatu website di internet, gua langsung mikir kalau film ini pasti hanya sebuah film komersil biasa tentang balap – balapan macam “Fast & Furious” gitu. Gua ngga ada masalah sama film - film kayak gitu, cuma gua kurang suka aja genre film kayak gitu.
Lalu suatu hari, gua ngga sengaja nemu sebuah video yang membahas tentang film ini di YouTube. Dan sampai sekarang, gua pengen berterima kasih banget sama yang buat video itu, karena beliau udah mengarahkan gua untuk bisa menonton salah satu film yang paling menakjubkan yang pernah gua tonton.
Gua bisa bilang begitu, bukan hanya karena soundtracknya kece – kece semua, tapi karena film ini bisa dibilang sebagai film yang “hidup”.
Apa yang gua maksud dengan “hidup”?
Pertama kita lihat dari segi skenario, yang ditulis oleh Hossein Amini. Alur cerita dari film ini adalah tipe – tipe yang gua sebut sebagai organik. Cerita di film ini tampak mengalir dengan natural, dengan logis, hal – hal baru yang terkuak dengan smooth, dan progresi romance yang dapat membuat kita peduli. Sehingga saat gua nonton film ini gua kayak ngerasa bener – bener nonton kehidupan si tokoh ini, bukan sekedar dramatik yang dibuat.
Kedua kita lihat dari segi komposisi frame. Gua ngga akan ngebahas tentang warna, tapi lebih ke peletakan subjek dan objek di dalam frame. Seperti yang pernah dibahas oleh Tony Zhou di channel YouTube yang bernama Every Frame A Painting, sang sutradara yakni Nicolas Winding Refn, membelah frame menjadi 4 bagian, atas, bawah, kanan, dan kiri. Dan dengan memanfaatkan 4 daerah frame tersebut, film ini dapat menciptakan komposisi frame yang berbicara. Dan ketika kita ngelihat setiap frame, kita dapat merasakan kalau film ini adalah film yang hidup, sebuah film yang diciptakan untuk bercerita, bukan sebuah film yang digunakan sebagai medium untuk bercerita.
Yang terakhir, gua suka aktingnya tokoh utama di dalam film ini(walaupun katanya banyak yang ga suka), entah kenapa gua paling suka ketika sebuah emosi(terutama rasa suka) itu disampaikan dengan gestur yang sekecil – kecilnya. Untuk melihat itu gua persilahkan kalian untuk tonton sendiri, dan rasakan chemistry yang tercipta di film ini.
Film ini, ngga salah lagi adalah salah satu film terbaik yang pernah gua tonton, dan ini bukan tipe – tipe film yang berat. Ini adalah film yang bisa dinikmati, menghibur, dan artistik.
Kalau kalian belum menonton ini, gua harap kalian bisa coba nonton. Karena menonton film ini adalah pengalaman yang menakjubkan,
Cheers.

Drive Trailer

Filmography : David Fincher, Si Pangeran Kegelapan


Si Pangeran Kegelapan, itulah julukan dari sutradara bernama lengkap David Andrew Leo Fincher ini. Julukan itu didapatnya karena ciri khas yang terlihat di film – filmnya yang berwarna gelap, biasanya berwarna dominan biru atau hijau, yang membuat filmnya menjadi terasa dingin, gelap, murung, dan lain – lain.
Dia juga biasa membuat film dengan tema – tema yang bisa dikatakan “gelap”, seperti konsumerisme dan terorisme, sociopath, pembunuhan, pengkhianatan, penderitaan, dan sebagainya, Tapi, gua kurang yakin apakah itu ada hubungannya sama julukan yang diberikan kepadanya.
Dia adalah salah satu sutradara yang karya – karyanya gua sukai. Karena walaupun “gelap”, dengan kegelapan itu dia bisa menyampaikan berbagai pesan yang menurut gua tinggi nilai moralnya. Dengan kata lain, dengan tema yang “gelap” itu, dia bisa membuat kalian merubah cara berpikir kalian, atau menyentuh hati kalian.
Dan tidak lupa, dia juga suka memasukkan elemen – elemen dark comedy, sehingga terkadang film – filmnya terlihat seperti film yang “nyeleneh” dan stylish.
Ini rekomendasi film – film Fincher yang patut kalian tonton :

Fight Club

Salah satu film Fincher kesukaan gua, pertama mungkin karena ada Edward Norton, kedua ceritanya menarik, ketiga gua punya pemikiran yang sama dengan yang disampaikan oleh film ini (kecuali untuk beberapa bagian wkwk)
Must-watch banget deh ini.

The Girl With The Dragon Tattoo

Ini juga adalah film Fincher kesukaan gua. Karena film ini adalah tipe – tipe film yang dengan cerita yang kelihatan begitu rumit, hanya ingin menyampaikan ide yang sangat sederhana dan nyentuh. Tipe – tipe No Country For Old Men-nya Coen Bros lah.

Gone GirlGone-Girl-poster-31

Film ini wajib nonton nih, keren banget. Gua suka ceritanya sih, sama Ben Affleck dan Rosamund Pike-nya, keren deh pokoknya ini film. Film ini bercerita tentang Amy Dunne, yang tiba – tiba menghilang di perayaan ulang tahun pernikahannya yang kelima dengan Nick Dunne. Dan Nick menjadi tersangka utama dalam kasus itu.

The Curious Case Of Benjamin Button

Ini salah satu film Fincher yang bisa dibilang agak “berbeda”, karena film ini adalah film yang nyentuh(penulis skenarionya Eric Roth, yang nulis “Forrest Gump”), agak berbeda dengan film – film Fincher lainnya. Film ini diangkat dari cerpen yang dibuat oleh F. Scott Fitzgerald, yang terkenal dengan “The Great Gatsby” yang ditulis olehnya.
Film ini bercerita tentang Benjamin Button, laki – laki yang lahir tua dan bertambah muda seiring waktu berjalan.
Walaupun gua suka sama film ini, menurut gua film ini masih memiliki kekurangan, terutama di bagian penyampaian ide.


The Social Network

Film ini bercerita tentang Mark Zuckerberg dan Facebook,  Film ini sangat menarik, terutama editing-nya Kirk Baxter dan Angus Wall(menang Oscar bro and sis), salah satu film favorit gua. Karena menurut gua pesan yang ingin dikatakan sangatlah kuat dan dilematik.

Se7en


Film ini gua lumayan suka sih, konsep dari ceritanya. Jadi ceritanya, ada pembunuh yang membunuh dengan memakai 7 Deadly Sins sebagai motifnya. Menurut gua film ini sangat bagus terutama cara memecah shot-nya Fincher di film ini.
Btw tulisannya alay ye, masa Se7en.

Zodiac

Ada Jake Gyllenhaal-nya nih wkwk, tapi selain itu film ini sangat menarik, karena mengangkat sebuah cerita yang diambil dari kisah nyata, yakni kasus pembunuh yang memiliki julukan Zodiac Killer yang beroperasi pada akhir tahun 1960 dan awal tahun 1970 di California Utara.


Itu dia, film – film dari salah satu sutradara favorit gua, The Prince Of Darkness, David Fincher.
Sebenernya, udah lama banget gua pengen nulis film -film Fincher, tapi karena sibuk dan dilema memilih antara Fincher dan Coen Brothers, alhasil gua menunda – nunda post ini.
Gua ngga ngebahas banyak – banyak tentang filmnya dia. Gua takut gua malah keasyikan dan akhirnya malah ngasih spoiler ke kalian yang belum nonton. Maka dari itu di atas gua cuman ngasih sedikit komentar untuk film – filmnya dia.
Selanjutnya, mungkin gua akan ngebahas filmnya Coen Brothers. Tentunya kalau ada waktu,
Cheers.

Filmography : How To Smile In 6 Minutes

Kalian pernah kan nonton film, terus setelah film itu selesai dan kalian kembali ke dunia nyata, kalian tersenyum mengingat film yang baru saja kalian tonton. Ada tangan tak terlihat yang menyentuh hati kalian dan meletakkan senyum di wajah kalian.
Biasanya film – film panjang memanfaatkan waktu yang cukup panjang untuk membangun emosi dan menciptakan perasaan – perasaan di hati penonton. Dan juga, jangka waktu yang panjang juga dapat membantu dalam membuat koneksi dengan hati penonton karena dalam jangka waktu yang panjang, penonton akan merasakan sebuah “attachment” atau rasa keterikatan kepada karakter yang ada di film(tentunya jika skenario ditulis dengan baik), dan hal itu sangatlah membantu.
Lain ceritanya dengan film pendek. Film pendek yang (menurut Academy of Motion Picture Arts and Sciences) biasanya berdurasi 40 menit or less, hanya memiliki waktu yang pendek untuk dapat membangun dan menciptakan koneksi dengan emosi penonton. Maka dari itu, dalam pembuatannya, mereka harus membuat setiap shot dengan efektif dan efisien. Dengan kata lain mereka harus memilih “kata – kata” yang bisa mengirim sinyal emosi kepada penonton dalam jangka waktu yang pendek tersebut.
Nah, dua film di bawah ini adalah film animasi pendek yang tentunya dapat membuat koneksi hanya dalam waktu 6 menit. Keduanya adalah pemenang penghargaan Oscar untuk kategori Animated Short FIlm.

Feast

by Patrick Osborne

Paperman

by John Kahrs

Film – film di atas adalah film yang bisa menempelkan sebuah senyuman di wajah kalian. Gua sendiri suka sama Paperman. Film Paperman ini dapat menjelaskan dengan simple tentang how love works, dan tentang apa itu cinta.
Film – film ini tidak ada di youtube, dan mungkin bisa dicari di sumber – sumber lain. Dan dalam 6 menit gua yakin kalian akan tersenyum.
Cheers.
Copyright © 2014 Sharia on Blog and Blogger Templates - Anime OST.